Wisata Taman sari di Yogyakarta dengan Sensasi Istana Air

Taman Sari merupakan Istana Air yang dikenai pembayaran tiket masuk sebanyak Rp 3.000 untuk masyarakat Indoensia dan Rp 7.000 untuk masyarakat asing. Taman ini pun dibuka setiap hari dari pukul 08:00 hingga 14:00 WIB. Kisahnya ialah dahulu setelah Perjanjian Giyanti dimulai, seorang Pangeran Mangkubumi bertekad membangun sebuah keraton sebagai fokus pemerintahan dari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Pangeran Mangkubumi kemudian diberi gelar Sultan Hamengku Buwono I sebagai seseorang yang memiliki imajinasi membuat keratin yang letaknya diantara Gunung Merapi serta Pantai Parangtritis.

Jamelatour.co.idRental Mobil Jogja, kami menyediakan mobil-mobil dengan tahun baru untuk disewakan, Avanza, Xenia, Mobilio, Brio, Ertiga, Inova, Elf, Hiace. Semua dalam keadaan bersih, nyaman dan harum. Segera kontak 081578781230 untuk booking. 

Ada beberapa titik fokus pembangunan dari sebuah keraton yang memiliki umbul atau mata air. Sultan ini menghargai jasa istri ketika membantu peperangan, sehingga menyuruh arsitek Demak Tegis berdarah Portugis serta Bupati Madiun untuk menjadi pengawas pembangunan istana yang ada di umbul sejauh 500 meter sebelah selatan dari keratin itu sendiri. Istana yang dikelilingi oleh segaran atau danau buatan berbau harum wangi bunga yang dikenal dengan sebutan Taman Sari. Gapura Panggung bisa digunakan untuk tempat menari. Bangunan yang ada disampingnya berfungsi sebagai penabuh panggung sehingga menunjukkan kepiawaian para pemandu wisatanya. Nanti star dari Gapura Panggung, pemandu wisata akan mengajak pengunjung untuk memasuki wilayah yang dahulu digunakan untuk para Sultan dan keluarg. Aliran air yang sanagt jernih dipadukan dengan tembok krem gagah untuk memutarinya.

Di sana juga ada periuk sebagai tempat istri Sultan masuk ke menara pribadinya Sultan. Banyak ornamen sebagai penghias periuk yang dapat terlihat kesan glamour yang letaknya di samping lemari. Sejak 200 tahun yang lalu ada wanita cantik yang menunggi di air dekat periuk sampai tenang kemudian kepalanya menunduk, memperbaiki hasil riasan sanggul, dan bercermin karena mempercantik penampilan. Menaranya pun terdapat tiga tingkat dengan tangga kayu jati yang sangat terawat dengan cirikhas antik bagi untuk siapa pun yang mau melihatnya. Kemudian Anda bisa menuju tempat teratas untuk melihat sensasi pantulan sinar matahari dari kolam yang ada di bawah. Sehingga semua kawasan Taman Sari dapat dilihat dengan sangat jelas. Dahulunya Sultan juga suka melihat pemandangan dengan bunga yang wangi.

Apabila Anda sudah puas untuk mencoba naik ke menara, pemandu wisata biasanya akan mengajak Anda ke kawasan Gapura Agung sebagai tempat datangnya kereta kencana yang digunakan Sultan beserta keluarganya. Gapura tersebut sangat dominan ornamen bunganya dengan sayap burung yang menjadi pintu masuk untuk keluarga Sultan ketika memasuki area Taman Sari. Pesanggrahan yang ada di bagian selatan kawasan ini juga menjadi tempat semedi. Sehingga ada suasana yang sangat senyap. Bahkan tempat ini pun banyak menjadi tempat disimpannya berbagai senjata seperti baju perang, tempat penyucian, dan keris. Latarnya pun juga digunakan oleh para prajurit untuk latihan perang pedang.

Pemandu akan berada di kawasan depan Gapura Agung dan mengajak Anda untuk mengunjungi Sumur Gumuling dan Gedung Kenongo. Nanti Anda akan melewati Tajug dan lorong yang menjadi tempat perhubungan Taman Sari beserta Pulo Kenongo. Lorong yang ada di bawah tanah dapat digunakan untuk kondisi keraton sewaktu genting. Ruang rahasia juga banyak sekali di tempat ini. Masjid di bawah tanah untuk peribadatan raja. Ada bangunan yang terdiri dari dua tingkat yang desainnya penuh akustik. Para imam ketika mempimpin shalat pun suaranya dapat di dengar dari segala penjuru-penjuru.

Anda tidak ingin ribet untuk masalah rute dan penginapan ke Taman Sari? Jangan khawatir, anda bisa menggunakan jasa Paket Wisata Jogja dan Sewa Mobil Jogja Jamela Tour & Travel. Silahkan kontak kami di 081578781230.

Leave a Reply